Kisah Yahudi masuk Islam karena pemimpin yang adil - KH. Zainuddin MZ

pada waktu Umar bin Khatab radhiyallahu Anhu  menjadi khalifah, menjadi Amirul Mukminin,   yang jadi gubernur di Mesir adalah Amr Bin Ash.  suatu saat Amr Bin Ash ingin mendirikan Masjid   tapi tanah lokasi masjid itu milik orang Yahudi  ada gubuk disitu, dipanggil Yahudi ini oleh Amr   Bin Ash, "saudara Yahudi?" "iya pak".

"Itu rumahmu  ya?" "Iya pak". "sudah tahu belum?" "belum pak".   "Iya,memang saya belum beritahu, begini, kamu  bangun sembarangan saja, rumah mu kena jalur   hijau itu" " lalu?" "saya mau bangun Masjid di  situ" "ya tapi ada rumah saya Pak" "Sudahlah,   rumahmu saya bayar, saya beli" "tidak mau pak,  saya cuma punya itu saja" "saya bayar dua kali   lipat" "tidak mau Pak,tidak mau" "sudahlah saya  ganti rugi ya?" "tidak mau Pak, namanya juga ganti   rugi, biar diganti kan tetap rugi" mangkel Amr  Bin as, ini orang kecil kok bertingkah amat,si   Amat aja gak bertingkah.

lalu di Panggil petugas  keamanan, "woi, gusur!" ditarik rumah Yahudi ini   ambrol, si yahudi meneteskan air mata disudut  kehidupannya, begini nasib orang kecil, Sudah   jatuh tertimpa tangga, rumah cuma gubuk dirobohkan  oleh petugas, pikir-pikir Amr Bin Ash kan cuma   gubernur di atasnya kan masih ada Khalifah Umar  Bin Khattab.

saya mau lapor ke pusat, berangkat si   yahudi dari Mesir menuju Madinah, berhari-hari  berjalan, sambil berjalan dia berpikir,   "nanti kalau saya laporan kepada khalifah, apa  pengaduan saya diterima? saya kan rakyat kecil,   seorang Yahudi pula, sementara yang mengusir  saya,adalah gubernurnya" terus dia berjalan,   sampai di kota Madinah lewat tengah hari.

lalu dia  mencari, ketemu orang sedang tidur di bawah pohon   kurma. "Selamat siang Pak" "selamat siang" "saya  mau bertanya Pak" "mau tanya apa?" "Bapak tahu   Khalifah Umar Bin Khattab?" "saya tahu" "istananya  di mana Pak?" "istananya di atas lumpur" "di atas   lumpur?" "iya" "pakaian kebesarannya apa Pak?  Sutra?" "bukan, pakaian kebesarannya malu dan   taqwa" "pengawalnya banyak Pak?" "banyak,  pengawalnya yatim orang orang tua jompo,   kelompok mustafin orang-orang lemah, janda-janda  tua, pakaian kebesarannya malu dan taqwa,   pengawalnya orang-orang lemah tidak berdaya"  "koq begitu Pak?" "begitulah umar bin khotob"   "sekarang dia ada dimana Pak?" "di depan kamu"  "jadi Bapak?" "Iya" "bapak.

..." "Iya, saya Umar,   Ada apa?" "begini pak, saya mau menuntut Keadilan" "Keadilan apa?" "Gubernur Bapak, Amr Bin Ash,   dzolim" "Kenapa dia?" "rumah gubuk saya ditarik  sampai runtuh,saya tidak punya rumah lagi,   saya ini golongan MAKMUR, cuma rumah dan sumur" "lalu untuk apa rumahmu digusur?" "Katanya dia   mau bangun Masjid di situ Pak" "dipaksanya  rumah kamu ditarik sampai runtuh ya?" "Uh"   "Yahudi" "Iya Pak" "Itu ada tempat sampah"  iya betul Pak" "di situ banyak tulang unta,   Coba kau cari satu tulang unta lalu bawa  kesini" bingung si Yahudi "pak, saya jauh-jauh   dari Mesir ke sini mau cari keadilan,  Kalau Tulang unta, di Mesir juga banyak" "sudahlah, kau ambil saja tulang itu!" berangkat  Yahudi penuh tanda tanya, ambil sebuah tulang   unta lalu diberikan kepada Khalifah Umar Bin  Khattab, tulang ini diambil Umar hunus pedang nya,   dengan ujung pedang dibuat garis lurus di atas  tulang unta itu, rrrttt.

...selesai "Yahudi"   "Iya Pak" "sekarang kau kembali ke Mesir, serahkan tulang ini kepada Amr Bin Ash" makin   bingung Yahudi... "jauh-jauh datang kemari,dikira  mau dapat keadilan,malah dikasih t tulang,   Ya sudahlah namanya juga orang kecil"  lalu dia pulang ke mesir, berhari-hari   sampai di Mesir.

"pak gubernur" "ya" "lapor" "ada apa Yahudi?" "saya dari pusat" kamu dari   Madinah?" "iya" "mau apa kamu ke sana?" "menuntut  keadilan" "kamu bertemu khalifah?" "bertemu Pak"   "lalu?" "lalu ini Pak, salam dari beliau,titip  tulang" "apa maksudnya?" "saya tidak mengerti pak"   lalu diambil tulang itu, Amr Bin Ash melihat ada  garis lurus dengan ujung pedang, gemetar badannya,   keringat bercucuran, kepala proyek dipanggil  "Mas.

. Mas.. Mas.. ini proyek masjid batal,   gubuk Yahudi dirikan lagi! itu gubuknya  Yahudi dirikan lagi!" Yahudi makin bingung,   seorang Gubernur dapat tulang unta,badanya  gemetar. "Pak sebenarnya apa yang terjadi?"   "apa yang terjadi? kamu sedikit-sedikit lapor ke  pusat, harusnya ngomong dulu ke saya" "saya kan   awalnya sudah ngomong pak, tapi gubuk saya tetap  ditarik, Percuma.

.. ya saya lapor ke pusat Pak"   "saya dapat teguran keras dari khalifah,kamu  tahu Apa artinya ini? seolah Beliau berkata:   Hai Amr Bin Ash, jangan mentang-mentang sedang  berkuasa,kau bertindak semau mu, kau harus berlaku   lurus dan adil seperti lurusnya garis di atas  tulang ini, kalau kau tidak lurus, kalau kau   tidak berlaku adil, Aku Yang Akan meluruskan  mu dengan pedangku! itu bahasa simbolik,   Siapa yang enggak gemetar?" "Oo.

. kalau begitu  Islam adil ya Pak?" "adil" "jadi saya menang pak?"  "kamu menang" "padahal saya Yahudi"  "iya,kamu Yahudi" "tapi menang ya?"   "kamu menang" "Pak, sudahlah kalau begitu" "bagaimana?" "itu gubuk saya, ambil saja pak,   tanah dan gubuknya ambil saja,silahkan kalau  mau dibangun masjid, Tidak cuma itu Pak,   Mulai hari ini Bapak dengarkan Asyhadu alla  ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar   rasulullah" Yahudi bisa menang perkara  menghadapi Gubernur, marilah kita menjadi   orang yang adil kepada diri, kepada keluarga,  dan akhirnya kepada masyarakat bangsa dan negara.

Admin

Blogger | Otodidak | Digital Marketing

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama