pada waktu Umar bin Khatab radhiyallahu Anhu menjadi khalifah, menjadi Amirul Mukminin, yang jadi gubernur di Mesir adalah Amr Bin Ash. suatu saat Amr Bin Ash ingin mendirikan Masjid tapi tanah lokasi masjid itu milik orang Yahudi ada gubuk disitu, dipanggil Yahudi ini oleh Amr Bin Ash, "saudara Yahudi?" "iya pak".
"Itu rumahmu ya?" "Iya pak". "sudah tahu belum?" "belum pak". "Iya,memang saya belum beritahu, begini, kamu bangun sembarangan saja, rumah mu kena jalur hijau itu" " lalu?" "saya mau bangun Masjid di situ" "ya tapi ada rumah saya Pak" "Sudahlah, rumahmu saya bayar, saya beli" "tidak mau pak, saya cuma punya itu saja" "saya bayar dua kali lipat" "tidak mau Pak,tidak mau" "sudahlah saya ganti rugi ya?" "tidak mau Pak, namanya juga ganti rugi, biar diganti kan tetap rugi" mangkel Amr Bin as, ini orang kecil kok bertingkah amat,si Amat aja gak bertingkah.
lalu di Panggil petugas keamanan, "woi, gusur!" ditarik rumah Yahudi ini ambrol, si yahudi meneteskan air mata disudut kehidupannya, begini nasib orang kecil, Sudah jatuh tertimpa tangga, rumah cuma gubuk dirobohkan oleh petugas, pikir-pikir Amr Bin Ash kan cuma gubernur di atasnya kan masih ada Khalifah Umar Bin Khattab.
saya mau lapor ke pusat, berangkat si yahudi dari Mesir menuju Madinah, berhari-hari berjalan, sambil berjalan dia berpikir, "nanti kalau saya laporan kepada khalifah, apa pengaduan saya diterima? saya kan rakyat kecil, seorang Yahudi pula, sementara yang mengusir saya,adalah gubernurnya" terus dia berjalan, sampai di kota Madinah lewat tengah hari.
lalu dia mencari, ketemu orang sedang tidur di bawah pohon kurma. "Selamat siang Pak" "selamat siang" "saya mau bertanya Pak" "mau tanya apa?" "Bapak tahu Khalifah Umar Bin Khattab?" "saya tahu" "istananya di mana Pak?" "istananya di atas lumpur" "di atas lumpur?" "iya" "pakaian kebesarannya apa Pak? Sutra?" "bukan, pakaian kebesarannya malu dan taqwa" "pengawalnya banyak Pak?" "banyak, pengawalnya yatim orang orang tua jompo, kelompok mustafin orang-orang lemah, janda-janda tua, pakaian kebesarannya malu dan taqwa, pengawalnya orang-orang lemah tidak berdaya" "koq begitu Pak?" "begitulah umar bin khotob" "sekarang dia ada dimana Pak?" "di depan kamu" "jadi Bapak?" "Iya" "bapak.
..." "Iya, saya Umar, Ada apa?" "begini pak, saya mau menuntut Keadilan" "Keadilan apa?" "Gubernur Bapak, Amr Bin Ash, dzolim" "Kenapa dia?" "rumah gubuk saya ditarik sampai runtuh,saya tidak punya rumah lagi, saya ini golongan MAKMUR, cuma rumah dan sumur" "lalu untuk apa rumahmu digusur?" "Katanya dia mau bangun Masjid di situ Pak" "dipaksanya rumah kamu ditarik sampai runtuh ya?" "Uh" "Yahudi" "Iya Pak" "Itu ada tempat sampah" iya betul Pak" "di situ banyak tulang unta, Coba kau cari satu tulang unta lalu bawa kesini" bingung si Yahudi "pak, saya jauh-jauh dari Mesir ke sini mau cari keadilan, Kalau Tulang unta, di Mesir juga banyak" "sudahlah, kau ambil saja tulang itu!" berangkat Yahudi penuh tanda tanya, ambil sebuah tulang unta lalu diberikan kepada Khalifah Umar Bin Khattab, tulang ini diambil Umar hunus pedang nya, dengan ujung pedang dibuat garis lurus di atas tulang unta itu, rrrttt.
...selesai "Yahudi" "Iya Pak" "sekarang kau kembali ke Mesir, serahkan tulang ini kepada Amr Bin Ash" makin bingung Yahudi... "jauh-jauh datang kemari,dikira mau dapat keadilan,malah dikasih t tulang, Ya sudahlah namanya juga orang kecil" lalu dia pulang ke mesir, berhari-hari sampai di Mesir.
"pak gubernur" "ya" "lapor" "ada apa Yahudi?" "saya dari pusat" kamu dari Madinah?" "iya" "mau apa kamu ke sana?" "menuntut keadilan" "kamu bertemu khalifah?" "bertemu Pak" "lalu?" "lalu ini Pak, salam dari beliau,titip tulang" "apa maksudnya?" "saya tidak mengerti pak" lalu diambil tulang itu, Amr Bin Ash melihat ada garis lurus dengan ujung pedang, gemetar badannya, keringat bercucuran, kepala proyek dipanggil "Mas.
. Mas.. Mas.. ini proyek masjid batal, gubuk Yahudi dirikan lagi! itu gubuknya Yahudi dirikan lagi!" Yahudi makin bingung, seorang Gubernur dapat tulang unta,badanya gemetar. "Pak sebenarnya apa yang terjadi?" "apa yang terjadi? kamu sedikit-sedikit lapor ke pusat, harusnya ngomong dulu ke saya" "saya kan awalnya sudah ngomong pak, tapi gubuk saya tetap ditarik, Percuma.
.. ya saya lapor ke pusat Pak" "saya dapat teguran keras dari khalifah,kamu tahu Apa artinya ini? seolah Beliau berkata: Hai Amr Bin Ash, jangan mentang-mentang sedang berkuasa,kau bertindak semau mu, kau harus berlaku lurus dan adil seperti lurusnya garis di atas tulang ini, kalau kau tidak lurus, kalau kau tidak berlaku adil, Aku Yang Akan meluruskan mu dengan pedangku! itu bahasa simbolik, Siapa yang enggak gemetar?" "Oo.
. kalau begitu Islam adil ya Pak?" "adil" "jadi saya menang pak?" "kamu menang" "padahal saya Yahudi" "iya,kamu Yahudi" "tapi menang ya?" "kamu menang" "Pak, sudahlah kalau begitu" "bagaimana?" "itu gubuk saya, ambil saja pak, tanah dan gubuknya ambil saja,silahkan kalau mau dibangun masjid, Tidak cuma itu Pak, Mulai hari ini Bapak dengarkan Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah" Yahudi bisa menang perkara menghadapi Gubernur, marilah kita menjadi orang yang adil kepada diri, kepada keluarga, dan akhirnya kepada masyarakat bangsa dan negara.